Hampir setiap cangkir kopi Arabica specialty yang Anda minum hari ini bisa dilacak kembali ke salah satu dari dua pohon. Hampir semua nama lain yang tertulis di label kemasan, Caturra, Mundo Novo, SL28, Pacamara, dan puluhan lainnya, adalah mutasi alami, persilangan alami, atau hasil proyek pemuliaan yang sengaja dibangun dari satu atau kedua garis keturunan ini: Typica dan Bourbon. Keduanya sama-sama berasal dari Yaman, dan keduanya membawa warisan genetik yang sama dari Arabica liar Ethiopia, tetapi mereka menempuh jalur yang berbeda setelah meninggalkan Yaman dan akhirnya tumbuh serta terasa cukup berbeda untuk membentuk dua cabang terpisah dari pohon keluarga kopi.[1][2]

Typica: yang pertama meninggalkan Yaman
Jejak tercatat Typica dimulai di Yaman pada abad ke-15 atau ke-16. Sekitar tahun 1700, benih asal Yaman sudah ditanam di pesisir Malabar, India, dan pada 1696 serta 1699 benih dari Malabar dikirim ke Batavia, di Jawa, tempat tanaman yang tumbuh dari benih tersebut menjadi apa yang kini dikenal sebagai varietas Typica yang khas.[1] Dari Jawa, satu tanaman tiba di taman botani Amsterdam pada 1706, dan satu stek dibagikan ke Prancis pada 1714. Jalur pelayaran kolonial Belanda dan Prancis kemudian membawanya lebih jauh: ke Suriname dan Guyana Prancis pada 1720-an, ke Martinik pada 1723, Jamaika pada 1730, dan Santo Domingo pada 1735, lalu ke Kuba pada 1748 dan masuk ke Amerika Tengah pada akhir 1700-an.[1] Typica mendominasi perkebunan kopi di Amerika Selatan dan Tengah hingga sekitar tahun 1940-an, dan masih ditanam hingga kini di Peru, Republik Dominika, serta Jamaika, tempat varietas ini dijual dengan nama Jamaica Blue Mountain.[1] Pohonnya tinggi dan lambat berbuah, dengan hasil yang cukup rendah, tetapi sudah lama dihargai karena rasanya yang manis, bersih, dan seimbang. Kelemahan praktis terbesarnya adalah tingkat kerentanan yang sangat tinggi terhadap penyakit karat daun kopi.[1]
Bourbon: jalan memutar lewat pulau Prancis
Bourbon menempuh jalur berbeda setelah meninggalkan Yaman. Misionaris Prancis membawanya ke Pulau Bourbon, yang kini bernama Réunion, pada awal 1700-an, dan varietas ini mewarisi nama lama pulau tersebut.[2] Ia bertahan di sana selama lebih dari satu abad sebelum para misionaris mulai membawanya lebih jauh sejak pertengahan 1800-an, tiba di Brasil sekitar 1860 dan menyebar dari sana ke Amerika Selatan dan Tengah serta ke Afrika. Di Amerika Latin, Bourbon bercampur dengan bibit sejenis yang datang secara terpisah dari India, dan di sebagian Afrika bercampur dengan varietas lokal asal Ethiopia, sehingga pohon-pohon keturunan Bourbon saat ini tidak identik secara genetik di setiap wilayah.[2] Bourbon kini sebagian besar telah digantikan oleh keturunannya sendiri di perkebunan Amerika Latin, tetapi masih ditanam langsung di El Salvador, Guatemala, Honduras, dan Peru. Seperti Typica, pohonnya tinggi, dan sama-sama sangat rentan terhadap karat daun kopi, tetapi pada ketinggian yang tinggi potensi kualitas cup-nya dinilai luar biasa, salah satu alasan mengapa varietas ini masih dipertahankan di kalangan specialty meski keturunannya yang lebih produktif telah mengambil alih perkebunan komersial.[2]
Bagaimana dua pohon menjadi satu keluarga besar
Alasan Typica dan Bourbon penting di luar nilai sejarahnya adalah karena hampir semua varietas lain yang bernama dalam kopi specialty merupakan keturunan langsung dari keduanya, baik melalui mutasi maupun persilangan. Caturra adalah mutasi kerdil alami dari Bourbon, ditemukan di sebuah perkebunan di Minas Gerais, Brasil, antara tahun 1915 dan 1918; perubahan satu gen menghasilkan tanaman yang lebih kecil dengan cabang yang lebih rapat, sehingga bisa ditanam jauh lebih padat, dan Instituto Agronômico di Brasil mulai melakukan seleksi resmi pada tanaman ini sejak 1937.[3] Mundo Novo muncul dengan cara berbeda: persilangan alami antara Bourbon dan Typica, ditemukan di negara bagian São Paulo pada 1943 dan mulai dibagikan ke petani Brasil sejak 1952, menggabungkan kualitas cup dari Typica dengan tanaman yang lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih produktif.[4] Di Kenya, para pemulia di Scott Agricultural Laboratories era kolonial menyeleksi SL28 pada 1935 dari satu pohon dalam populasi yang disebut Tanganyika Drought Resistant, yang ditemukan di wilayah yang kini bernama Tanzania pada 1931; uji genetik sejak itu mengonfirmasi latar belakang genetik SL28 yang berkaitan dengan Bourbon, dan kini varietas ini dianggap sebagai salah satu yang paling dihormati di Afrika, dengan beberapa pohon asli di Kenya yang masih berbuah setelah 60 hingga 80 tahun.[5]
Dua mutasi lain, masing-masing dari satu garis keturunan induk, akhirnya bertemu kembali. Pacas adalah mutasi kerdil alami dari Bourbon yang ditemukan di sebuah perkebunan keluarga di wilayah Santa Ana, El Salvador, pada 1949, dan Maragogipe adalah mutasi alami dari Typica yang ditemukan di dekat kota Brasil dengan nama yang sama pada 1870, dihargai karena menghasilkan biji yang jauh lebih besar dari biasanya.[6][7] Ketika lembaga riset kopi El Salvador menyilangkan Pacas dengan Maragogipe, hasilnya adalah Pacamara, varietas yang mampu menghasilkan kualitas cup luar biasa dan kini kerap mendominasi kompetisi Cup of Excellence di El Salvador.[8] Dalam satu varietas tunggal, Pacamara membawa materi genetik dari kedua pohon pendiri kopi dunia.
Apa artinya ini bagi cangkir kopi di depan Anda
Indonesia punya kaitan langsung dengan pohon keluarga ini. Penanaman di Jawa pada 1696 dan 1699 adalah penanaman yang menghasilkan pohon-pohon Typica sejati pertama, dan sebagian besar Arabica yang ditanam di Indonesia sejak itu merupakan keturunan dari, atau ditanam berdampingan dengan, garis Typica yang sama.[1] Semua ini tidak membuat Typica atau Bourbon lebih baik dibandingkan keturunannya yang lebih produktif. Yang jelas, ketika seorang roaster menuliskan nama varietas pada kemasannya, termasuk pada kemasan Cup Taste sendiri, mereka sebenarnya menunjuk pada satu cabang kecil dari pohon keluarga yang akarnya tetap hanya dua, dan kedua pohon itu ditanam lebih dari 250 tahun yang lalu.
Sumber
Sejarah varietas dan garis keturunan genetik diadaptasi dari sumber-sumber di bawah ini. Sumber diperiksa pada Oktober 2026. Cup Taste tidak berafiliasi dengan dan tidak disahkan oleh World Coffee Research.
[1] World Coffee Research. "Typica." https://varieties.worldcoffeeresearch.org/varieties/typica
[2] World Coffee Research. "Bourbon." https://varieties.worldcoffeeresearch.org/varieties/bourbon
[3] World Coffee Research. "Caturra." https://varieties.worldcoffeeresearch.org/varieties/caturra
[4] World Coffee Research. "Mundo Novo." https://varieties.worldcoffeeresearch.org/varieties/mundo-novo
[5] World Coffee Research. "SL28." https://varieties.worldcoffeeresearch.org/varieties/sl28
[6] World Coffee Research. "Pacas." https://varieties.worldcoffeeresearch.org/varieties/pacas
[7] World Coffee Research. "Maragogipe." https://varieties.worldcoffeeresearch.org/varieties/maragogipe
[8] World Coffee Research. "Pacamara." https://varieties.worldcoffeeresearch.org/varieties/pacamara